| Membuat Automatic Power Control Menggunakan Arduino + Sensor Arus |
Membuat Automatic Power Control Menggunakan Arduino + Sensor Arus
Dalam dunia elektronik modern, sistem otomatisasi semakin dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan proteksi perangkat listrik. Salah satu teknologi yang sering digunakan adalah Automatic Power Control berbasis Arduino yang dikombinasikan dengan sensor arus. Sistem ini mampu mendeteksi beban, memonitor pemakaian listrik, dan mengaktifkan atau mematikan perangkat secara otomatis.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara kerja, komponen, rangkaian, hingga contoh kode untuk membuat sistem Automatic Power Control menggunakan Arduino dan sensor arus seperti ACS712 atau SCT-013.
Apa Itu Automatic Power Control?
Automatic Power Control (APC) adalah sistem yang secara otomatis mengatur ON/OFF perangkat listrik berdasarkan kondisi tertentu—misalnya arus yang terdeteksi, overload, atau ketika perangkat tidak digunakan.
Dengan menggunakan Arduino, Anda dapat membuat APC dengan fitur seperti:
- Proteksi beban berlebih (overcurrent)
- Mematikan perangkat ketika arus turun ke batas tertentu
- Monitoring arus real-time
- Aktivasi otomatis berdasarkan kebutuhan
Komponen yang Dibutuhkan
- Arduino Uno atau Nano
- Sensor arus (ACS712 5A/20A/30A atau SCT-013)
- Relay module 5V
- Breadboard dan kabel jumper
- Beban (lampu, motor, adaptor, dll.)
Cara Kerja Sistem
Sensor arus membaca besarnya arus yang mengalir pada perangkat. Arduino kemudian memproses data tersebut dan mengontrol relay berdasarkan kondisi yang ditentukan.
Contoh skenario:
- Jika arus > 2A → relay OFF (proteksi)
- Jika arus < 0.1A → relay OFF (perangkat idle)
- Jika arus normal → relay ON
Rangkaian Dasar
Koneksi yang digunakan:
- Sensor arus → pin analog A0 Arduino
- Relay IN → pin digital 8 Arduino
- VCC dan GND sesuai modul
Contoh Kode Automatic Power Control Arduino
int sensorPin = A0;
int relayPin = 8;
void setup() {
Serial.begin(9600);
pinMode(relayPin, OUTPUT);
digitalWrite(relayPin, HIGH); // relay aktif
}
void loop() {
int adcValue = analogRead(sensorPin);
float voltage = adcValue * (5.0 / 1023.0);
// Rumus ACS712 5A
float current = (voltage - 2.5) / 0.185;
Serial.print("Arus: ");
Serial.println(current);
if (current > 2.0) {
digitalWrite(relayPin, LOW); // proteksi beban berlebih
} else if (current < 0.1) {
digitalWrite(relayPin, LOW); // perangkat idle
} else {
digitalWrite(relayPin, HIGH); // beban normal
}
delay(300);
}
Kode di atas dapat disesuaikan sesuai kebutuhan, seperti batas arus, jenis sensor, atau fungsi tambahan.
Kelebihan Sistem APC Berbasis Arduino
- Biaya murah dibandingkan kontrol industri
- Customizable sesuai kebutuhan beban
- Mudah dikembangkan menjadi monitoring IoT
- Akurasi tinggi menggunakan sensor arus yang tepat
Aplikasi Automatic Power Control
- Kontrol pompa air otomatis
- Proteksi motor listrik industri
- Monitoring listrik rumah tangga
- Proteksi alat laboratorium dan servis elektronik
- Kontrol power supply otomatis
Butuh Komponen Arduino dan Sensor Arus? Jabbar Electronics Solusinya!
Jabbar Electronics menyediakan berbagai komponen untuk proyek elektronika dan IoT:
- Arduino Uno / Nano / Mega
- Sensor arus ACS712 / SCT-013
- Relay module 5V–30A
- Module IoT (ESP32 / ESP8266)
- Transistor, IC, regulator, kapasitor, dan sparepart industri
Semua produk dijamin original, ready stock, dan bergaransi. Pengiriman cepat ke seluruh Indonesia.
Hubungi Jabbar Electronics
Untuk tanya stok, konsultasi proyek, atau order langsung:
📩 WhatsApp Order:
https://wa.me/c/6285893740899
Bangun proyek otomatisasi Anda sekarang dengan komponen terbaik dari Jabbar Electronics!